Silahkan Searching

WELCOME TO MY BLOG

Ini hanya penyaluran hobi semata saja

It's Mine

It's Mine
What about u?

Minggu, 17 Januari 2010

Biodata






Author Biography:

Ariany Ariesta but Familiar with the title  INONK Born 14 April 1991 ...
Graduates SMK Muhammadiyah Jakarta 04 Slipi Administration Department of Finance and is currently continuing education D3 in Bina Sarana Informatika AKOM-Broadcasting Jakarta ..
Actually this is my first article in a NOVEL.
I am very proud of what I have achieved so far included in the career and education ..
In addition to my lecture, I also cultivate a business world that relate to culinary but I was more focused on business Beverage.I eager to realize all goals "I buried a little been eating primarily a Radio Broadcast, therefore I took the Major Broadcasting so I can better know and learn about the true meaning of communication widely.
Hopefully my story in this novel can be learning to live for you ..

Please Join With Me On Facebook: Ariany_Ariesta@yahoo.com

Please Join With Me On Blogger: Aryezta@blogspot.com




Senyum Bahagia Naza

Diantara Pilihan

Ketika perasaan itu muncul,,sang gadis nampak dalam hatinya berkecamuk seperti berjalan di atas air,nampak bimbang dan ragu dalam mengarungi hidup.
Semenjak kejadian kemarin pagi di saat Rifa menelepon sambil menangis dan tiba-tiba saja sang nona menanyakan hal begitu sangat penting dalam hidupnya,dan di saat sang gadis berkata jujur dari dalam hatinya dan ia berkata kepada sang nona bahwa ia benar-benar mencintai dan menyayangi sang gebetan sepenuh hati namun ternyata ada satu hal yang harus ia terima bahwa,Rifa sahabatnya sejak kecil juga sama-sama mencintai dan menyayangi Dannis sang gebetan sebelum Naza dan Dannis bertemu.

Rifa dan Dannis memang telah berkenalan sejak lama,sewaktu masih sama-sama tergabung dalam OSIS SMA,saat itu Dannis adalah ketua OSIS sedangkan Rifa adalah Sekretaris OSIS.awalnya memang biasa saja Dannis dimata Rifa,namun lamabat laun perasaan cinta itu muncul di kala Dannis selalu memberi perhatian ekstra pada Rifa,seperti adanya team work yang selalu mereka berdua jalani dengan baik,sampai pada saat Dannis mengantar Rifa pulang di saat hujan sewaktu pulang dari rapat OSIS.

Semenjak kejadian itu,hubungan antara Naza dan Rifa menjadi renggang.tak ada tegur sapa diantara mereka saat datang ke sekolah maupun pada saat pulang sekolah,yang ada hanya kebisuan.
Rifa sengaja untuk pindah kursi dan duduk dengan Nando agar ia tidak dapat bertemu ataupun duduk dengan Naza,karena baginya Naza telah mengkhianati persahabatan mereka yang telah terjalin cukup lama.

Pada suatu waktu Naza memberanikan diri untuk menegur Rifa, “eehh,,hhai fa?hmm..gue..gue Cuma..hmm,,”belum selesai Naza bicara tiba-tiba Rifa menjawab dengan intonasi yang cukup tinggi, “udahlah,gak ada lagi yang perlu lo jelasin semuanya sama gue,semua udah kebuktikan bahwa lo itu PENGKHIANAT !!,,INGAT!..PENGKHIANAT!!!”sambil mengacungkan telunjuknya di depan wajah Naza dan ia pergi berlalu begitu saja.
Naza mengejar sambil terus berusaha bicara pada sang nona, “fa,pliss..tolong denger penjelasan gue,,pliss sekali ini aja fa,,gue mohon banget sama lo..”Naza terus memohon namun sayang Rifa telah menjauh dari pandangannya.

Dalam hatinya berkata. “Ya Allah berilah hambamu ini kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi setiap cobaan darimu,,ya Allah hamba benar-benar bingung,hamba mohon padamu ya allah bantulah hamba.”
Ya sang gadis memang nampak sedih dan bimbang karena dia berada dalam dua pilihan,antara sahabat dan gebetan.baginya Rifa dan Dannis mereka berdua adalah orang yang sama-sama Naza cintai dan sayangi.namun ia benar-benar bingung harus memilih siapa karena mereka berdua orang yang sangat berarti untuk hidupnya. Rifa dan Dannis adalah penyemangat dalam setiap langkah yang ia lalui.

Senyum Bahagia Naza

Sang Gebetan

“Huuuaaamm,,nyam..nyam..uugghh tumben nih gue bangun pagi bener padahal hari ini kan hari minggu,seharusnya gue bisa bangun lebih siang lagi,,hihihihi..(niat buruk!!!).”sang gadis bergumam.
Pagi yang cerah di hari minggu,,sang gadis tak biasanya terbangun di pagi buta seperti ini,berbeda sekali hari ini.
Sang gadis beranjak dari tempat tidurnya lalu pergi menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya agar lebih segar karena baru bangun tidur.disaat sang gadis tengah mencuci muka,tiba-tiba dalam pikirannya hadir wajah Dannis..ya gebetan yang sangat dicintai sang gadis.

Dannis adalah seseorang yang pernah membuat sang gadis benar-benar jatuh hati padanya,karena ia pada saat itu telah menyelamatkan nyawa sang gadis yang hampir tertabrak oleh mobil yang kebetulan sang pengemudi ternyata sedang mabuk berat. Kejadiannya setahun yang lalu,tepatnya saat sang gadis telah pulang sekolah.sang gadis selalu berjalan kaki kira-kira 50 meter dari Sekolah menuju rumahnya.namun ketika sang gadis akan menyebrang tiba-tiba mobil melaju sangat kencang..
Wuuuzzz,,,,dan tiba-tiba saja sang gadis seperti terbang terbawa oleh angin kencang dan jatuh tersungkur di tepi jalan.
“aduuh,,badanku sakiit semua,kok kepalaku pusing yaa..aduuhh kenapa nih??.”sang gadis meringis menahan sakit.
Lalu tiba-tiba saja “Za,,kamu gak apa-apa kan??za,apa yang sakit?maafin aku ya,mungkin gara-gara waktu aku dorong kamu tadi jadinya begini.,,maaf ya.”
“loh!!,,dan?kamu kenapa ada disini?aku juga kenapa bisa ada disini,,aku kenapa sih?terus kamu kok??kenapa kamu…?”Tanya sang gadis heran
“tadi kamu hampir aja ketabrak sama mobil,yaudah aku tolongin kamu,hmm..maaf ya za??”kata dannis sambil memohon.
“Ya Allah,,tadi aku hampir ketabrak??alhamdulillah untung allah masih sayang sama aku dan mengirimkan kamu untuk tolongin aku,thanks ya dan .”sang gadis nampak terkejut namun dia bersyukur karena Allah maha baik padanya.
“Ia za,sama-sama!!”jawab dannis di iringi senyum manisnya.

Tiba-tiba Hp berdering diikuti oleh getar-getar cinta yang menggebu (hahaha,Hiperbola deh ),ternyata Rifa’s Calling.
“tumben nih anak jin pagi-pagi udah nelepon,,wah jangan-jangan ada hot news neh,,”gumam sang gadis.
“Haloooo…gud molning anak Jin!!,heheheehe..”canda sang gadis.
“ng..hhaa..haalo..hiikzz!!,hmm,,za gue..ng..gue.,,”Rifa menjawab terbata-bata dengan memendam kesedihan.
“sayaang,,what happen with u??please,tell me about it!”Tanya sang gadis penuh harap.
Kemudian rifa berkata di iringi Tanya, “za,,gue mau Tanya sama lo,boleh gak??.”
Sang gadis balik bertanya, “boleh..btw,Apa nih??”
“hmm..apa yang lo maksud gebetan lo itu Dannis??”Tanya rifa.

Senyum Bahagia Naza

Gadis Periang di Sekolah



Tiba-tiba dari kejauhan nampak seorang gadis tinggi semampai dengan kulit kuning langsat menghampiri sang gadis lalu ia berkata“Morning sahabatku tersayang!,Nazaman Purba..,hihhhii.”sapa Rifa dengan semangat 45. Rifa adalah sahabat Naza sewaktu TK dulu,lalu mereka sempat berpisah disaat Naza duduk di bangku SD kelas 3,setelah Naza SMP barulah mereka berjumpa kembali dan mulai menjalin persahabatan yang serius hingga keduanya tetap bersama di bangku SMA.
Rifa selalu memanggil Naza denagan sebutan Nazaman Purba,mengapa??karena Naza sangat hobi membaca buku yang berhubungan dengan rovolusi manusia di zaman purba.

Saat ini Naza sedang duduk di bangku SMA kelas XII-IPA di SMA PUTRA
Sebentar lagi ia akan menghadapi UAN (Ujian Akhir Nasional) yang akan diselenggarakan 4 Bulan lagi,ya tepatnya bulan April,dan setelah ia menamatkan pendidikan SMA lalu, ia akan melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri tentunya Perguruan Tinggi favorit semua orang karena lulusan Universitas Negeri lebih dipandang daripada Universitas Swasta.


“Woy fa,lo liat si ki gendut gak??”Tanya sang gadis pada sahabatnya Rifa. Lalu Rifa menjawab “KI GENDUUUT??siapa za?gue kok baru denger yaa…”dan agak sedikit bertanya.
“iya ki gendut, lo liat gak?maksud gue si Nando putra angkasa dari planet gak jelas itu.”jawab sang gadis dengan gayanya yang sok imuut.
“ooohh,,maksud lo si gentong?waduh gue gak liat tuh kemana dia?ngumpet kali,hehehe..,mang ada apa sih lo nyari dia tumben bener,,??”Rifa mulai bingung menjawab pertanyaan sang gadis tadi.
“gak kenapa-napa sih,gue Cuma mau ngomong aja sama dia mengenai seseorang yang udah buat gue falling in LOVE gitu deh,hahaaaii…”jawab sang gadis dengan riang penuh kebahagiian.
“What?What?Who’s he???...”Rifa bertanya penuh arti kepada sang gadis.
“Rifanie Sandiga,,pliiiiss donk masa lo lupis sih sama gebetan gue yang kebetulan juga masih sodaraan sama si Nando,” Naza menjelaskan ke Rifa dengan penjelasan yang sangat-sangat jelas..
“ooohh,,ya..ya..i know..i know,,maksud lo Dannis??dulu Alumnus Sekolah ini kan??,”lagi dan lagi Rifa bertanya-tanya yang benar-benar membuat Naza gregetan !!! :@
kemudian Naza sudah siap dan ready untuk menjawab pertanyaan terakhir kepada Nona bawel Rifa ini “iyaaa,,Rifaaaaku sayaaang..duh pala gue jadi senut-senut nih gara-gara lo sih yang kelewat lemot atau emang bener-bener lemot stadium 4 lo??Haaahaaa...”sang gadis tertawa terpingkal-pingkal diikuti tawa riang sang nona.

Senyum Bahagia Naza

Gadis Itu Bernama NAZA



Suatu pagi yang cerah terbangunlah gadis cantik yang lembut hati dan perangai yang elok di pandang mata.Dialah Naza, yaa begitulah semua orang memanggilnya, nama lengkapnya begitu indah bila didengar. gadis itu bernama Namira Nazifa memang tak ada arti khusus yang membuat nama itu begitu elok untuk di dengar namun, begitu indah bila nama itu diberikan pada gadis cantik jelita seperti Naza.

“Za..Nazaa…,banguun nak! sudah siang !” Pekikan terdengar dari balik pintu kamar sang gadis.
“ Iya bun, za udah bangun kok dari tadi, sekarang za mau mandi dulu.” Gadis pun menjawab dengan suara nyaring.
“ ya baguslah kalau kamu sudah terbangun dari mimpi indahmu semalam..”jawab sang bunda.

Setelah sang gadis telah siap dengan penampilannya kemudian bergegaslah ia untuk turun dari lantai kamarnya menuju ruang makan,disana sang Ayah dan Bunda telah menunggu gadis kecil yang sangat mereka cintai untuk sarapan pagi bersama.

“Morniiiiing cemuaa..,”sapa sang gadis penuh semangat. ”wah ternyata ayah sama bunda udah stand by nih menunggu sang putri untuk breakfast bersama,hehehee..”kata sang gadis serta di iringi tawa ringan.
“Hahahaaa,,kamu ini ada-ada saja, cepat makan nanti kamu telat ayah antarkan ke sekolah.”kata ayah menjawab.
“okeh ayah,tenang aja za cepet kok makannya apalagi Cuma makan roti”jawab sang gadis terburu –buru karena mulutnya penuh dengan roti tawar.

Sang gadis telah selesai menghabiskan makanan di pagi hari dengan lahapnya, kemudian ia bergegas lalu berpamitan dengan sang bunda untuk berangkat sekolah, Naza setiap hari selalu diantar oleh ayahnya tercinta karena sang ayah juga akan berangkat menuju kantor yang satu arah dengan jalan menuju Sekolah Naza.

“Bun,Naza berangkat sekolah dulu yaaaa…,Assalamu’alaikum.”sang gadis pamit kepada sang Bunda.
“Wa’alaikumsalam, iya sayangku hati-hati ya disana jangan kebanyakan main,kamu harus belajar yang rajin ya.”sang Bunda selalu memberi wejangan kepada sang gadis ketika sedang berpamitan dengannya.

Naza segera masuk ke dalam mobil dan,,wuuuzz mobil pun melaju dengan kencang lalu menghilang dibalik pagar…